PEKANBARU [ArtikelKeren] NEWS - Sikap tidak simpatik Bupati Rokan Hulu Achmad kepada Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit saat pelaksanaan Musbaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau XXXII mendapat kecaman dari berbagai pihak. Termasuk anggota DPRD Riau Syarifuddin Sa'an, yang menganggap tindakan Achmad memalukan masyarakat Rohul.
Sikap Achmad yang enggan menyalami Wagubri Mambang Mit saat pembukaan pawai ta'aruf MTQ kemarin menurut Syafruddin, mencerminkan ketidakdewasaan Achmad selaku pimpinan dan tuan rumah MTQ. Bahkan Syafruddin menyebut tindakan Achmad tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang baik.
"Sikap Bupati Rokan Hulu terhadap Wakil Gubenur Riau tersebut jelas merusak citra Rokan Hulu di depan publik," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syafruddin, apa yang dilakukan Achmad tersebut juga telah mencoreng pemerintahan setempat. Karena bagaimanapun, secara struktural Mambang Mit merupakan atasan dari Bupati Rohul itu.
"Pak Mambang itu datangkan sebagai Wakil Gubernur, dan dia harus disambut sebagai pimpinan tertinggi. Jadi apa yang dilakukan Bupati Rohul kemarin itu tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin, dan ini sudah merusak citra masyarakat Rokan Hulu," cetusnya.
Seharusnya kata Anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sebagai tuan rumah yang baik, Achmad mengesampingkan ego politik. Mengingat Mambang Mit datang sebagai Wakil Gubernur, dan membawa lembaga Pemerintahan Provinsi Riau, bukan atas nama pribadi saja.
"Dari segi jabat Mambang Mit merupakan Wakil Gubernur dan Achmad Bupati. Jadi kalau kita lihat akhlak dan kepemimpinan dan kita lihat yang pantas mengulurkan tangan adalah Buparti Rokan Hulu," lanjutnya.
Apalagi kata Syafruddin, masyarakat Rohul selama ini dikenal sebagai masyarakat yang santun dan ramah dalam menyambut tamu yang datang kesana. "Masyarakat Rohul itu karakternya sangat terbuka dengan siapapun, santun," ujarnya.
Menurut pria yang juga tokoh masyarakat Rokan Hulu ini, Mambang Mit memiliki jiwa yang sabar dan memiliki jiwa yang pantas dituakan dan menjadi pemimpin yang baik. "Mambang Mit jauh memiliki jiwa kepemimpinan dan pantas dituakan dan memiliki jiwa pemimpin yang baik," lanjutnya.
Selaku tokoh masyarakat Rohul, Syarifuddin memang sangat menyesalkan sikap tersebut dan berharap sikap demikian tidak terulang kembali. (Dani)
Sikap Achmad yang enggan menyalami Wagubri Mambang Mit saat pembukaan pawai ta'aruf MTQ kemarin menurut Syafruddin, mencerminkan ketidakdewasaan Achmad selaku pimpinan dan tuan rumah MTQ. Bahkan Syafruddin menyebut tindakan Achmad tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang baik.
"Sikap Bupati Rokan Hulu terhadap Wakil Gubenur Riau tersebut jelas merusak citra Rokan Hulu di depan publik," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Syafruddin, apa yang dilakukan Achmad tersebut juga telah mencoreng pemerintahan setempat. Karena bagaimanapun, secara struktural Mambang Mit merupakan atasan dari Bupati Rohul itu.
"Pak Mambang itu datangkan sebagai Wakil Gubernur, dan dia harus disambut sebagai pimpinan tertinggi. Jadi apa yang dilakukan Bupati Rohul kemarin itu tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin, dan ini sudah merusak citra masyarakat Rokan Hulu," cetusnya.
Seharusnya kata Anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sebagai tuan rumah yang baik, Achmad mengesampingkan ego politik. Mengingat Mambang Mit datang sebagai Wakil Gubernur, dan membawa lembaga Pemerintahan Provinsi Riau, bukan atas nama pribadi saja.
"Dari segi jabat Mambang Mit merupakan Wakil Gubernur dan Achmad Bupati. Jadi kalau kita lihat akhlak dan kepemimpinan dan kita lihat yang pantas mengulurkan tangan adalah Buparti Rokan Hulu," lanjutnya.
Apalagi kata Syafruddin, masyarakat Rohul selama ini dikenal sebagai masyarakat yang santun dan ramah dalam menyambut tamu yang datang kesana. "Masyarakat Rohul itu karakternya sangat terbuka dengan siapapun, santun," ujarnya.
Menurut pria yang juga tokoh masyarakat Rokan Hulu ini, Mambang Mit memiliki jiwa yang sabar dan memiliki jiwa yang pantas dituakan dan menjadi pemimpin yang baik. "Mambang Mit jauh memiliki jiwa kepemimpinan dan pantas dituakan dan memiliki jiwa pemimpin yang baik," lanjutnya.
Selaku tokoh masyarakat Rohul, Syarifuddin memang sangat menyesalkan sikap tersebut dan berharap sikap demikian tidak terulang kembali. (Dani)
Sumber : halloriau














0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.