Oleh : Yusri Yun

Salah satu bencana alam yang paling besar yang menimpa Indonesia adalah tsuname di Aceh tahun 2004. Antara tahun 2009 hingga tahun 2010 bencana yang paling sering terjadi di Indonesia adalah banjir, lonngsor, gempa bumi. Indonesia yang berada di batas antara lempengan benua Australia dan Asia menyebabkan negara ini rentan terhadap gempa, dan gunung meletus. Selain itu Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia, rata-rata setiap tahun terdapat sebuah gunung berapi yang meletus di Indonesia.
Bencana alam dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu bencana yang bersifat meteorologis, bencana alam yang bersifat geologis, wabah dan bencana ruang angkasa. Bencana alam metereologis berhubungan dengan iklim. Bencana ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus, walaupun ada daerah-daerah yang menderita banjir musiman, kekeringan atau badai tropis yang terjadi pada daerah-daerah tertentu. Sedangkan bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi, seperti tsuname, tanah longsor dan gunung meletus.
Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial, dampak dalam bidang sosial mencakup kematian, luka-luka, sakit, hilangnya tempat tinggal dan kekacauan komunitas, sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan. Salah satu bencana alam yang paling menimbulkan dampak yang besar, misalnya gempa bumi selama lima abad terakhir, telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, 20 kali banyak daripada korban gunung meletus seperti yang terjadi di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara.
Manusia tidak berdaya pada bencana alam ini (lihat Alquran Surat Al-Baqarah ayat 156 ), bahkan sejak awal peradabannya ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manejemen darurat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan, struktural dan korban jiwa. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah dan menghindari bencana serta daya tahannya. Menurut Bankoff, bencana muncul bila bertemu dengan ketidakberdayaan. Artinya adalah aktivitas alam yang berbahaya dapat berubah menjadi bencana alam apabila manusai tidak memiliki daya tahan yang kuat.
Walaupun perkembangan bancana di Indonesia meningkat pesat sejak bencana tsunami tahun 2004, berbagai bencana alam yang terjadi selanjutnya menunjukkan diperlukannya perbaikan yang lebih signifikan. Daerah-daerah yang rentan bencana alam masih lemah dalam aplikasi sistem peringatan dini, kewaspadaan risiko bencana dan kecakapan manajeman bencana, sistem peringatan dini tsuname Indonesia yang dimulai tahun 2005, masih dalam tahap pengembangan.
Sebagai hamba Allah SWT semua manusai dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan . Hal itu merupakan sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah SWT.berfirman dalam QS Al-Anbiya ayat 35 artinya: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan“.
Ibnu Katsir berkata: makna ayat ini yaitu kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.
Seorang mukmin dengan ketakwaannnya kepada Allah SWT memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Sang Khaliq membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan Allah yang diperlakukan kepada dirinya itulah yang terbaik baginya.dan seluruh yang diberikan kepadanya tidak akan sia-sia pasti ada hikmah di baliknya (Al-quran Surat Ali Imran ayat 191).
Dengan keyakinannya ini pula Allah akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya, inilah yang dinyatakan Allah SWT dalam QS At Taqhabun ayat 11 artinya; “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke dalam hatinya, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Imam Ibnu Katsir berkata; “Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa misibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan dan pahala dari Allah Taala), disertai perasaan tunduk berserah diri kepada ketentaun Allah Ta’ala akan memberikan petunjuk ke dalam hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Allah Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya”. Inilah sikap seorang mukmin yang benar dalam menghadapi musibah yang menimpanya.
Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan: ”Sesungguhnya semua musibah yag menimpa orang-orang yang beriman dalam menjalankan agama Allah SWT senantiasa disertai dengan sikap rida dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya ). Kalaupun sikap rida tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab. Ini semua akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut.
Untuk menghadapi bencana alam ini yang merupakan musibah yang besar bagi bangsa Indonesia, Islam dengan berdasarkan Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW ada beberapa hal, di antaranya:
Pertama, manusia harus meninggalkan penyebab terjadinya bencana tersebut yaitu jangan merusak lingkungan alam (QS Ar-Rum ayat 41 ), jangan kufur nikmat (QS Ibrahim ayat 7), jangan zalim (QS Al-Qasas ayat 59) dan jangan melakukan pemutusan hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia (Surat Ali Imran ayat 112). Kedua, mintalah pertolongan Allah SWT melalui kesabaran dan salat (QS Al-Baqarah ayat 153). Ketiga, lakukanlah sedekah karena sedekah dapat menolak bala dari seseorang.
Semoga dengan tulisan singkat ini dapat menjadi pedoman bagi kita menghadapi bencana alam yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi menimpa bangsa Indonesia.***(ak27)
Yusri Yun
Guru Pendidikan Agama SMAN 8 Pekanbaru
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.