Dalam setiap kehidupan, ada kesedihan dan kebahagiaan, ada hari dimana kita kehilangan kepercayaan kita, hari dimana teman kita melawan diri kita sendiri. Tapi hari itu tak akan pernah datang saat kita membela suatu hal yang paling berharga dalam hidup ~ @MotivatorSuper

Jumat, 06 Desember 2013

Mendukung Pemimpin Terpilih

Jumat, Desember 06, 2013 By Unknown No comments

Oleh : Rinaldi Walim


[ArtikelKeren] OPINI - Alhamdulillah, pesta demokrasi pemilihan Gubernur Riau berjalan aman dan damai. Pemilihan pemimpin untuk masa jabatan lima tahun ke depan itu sangat berarti dalam kelanjutan pembangunan Riau nantinya.

Sebab Riau masih termasuk daerah yang memiliki angka kemiskinan masih tinggi, ditambah angka pengangguran yang masih besar.

Dengan kondisi daerah seperti itu, maka tujuan utama setiap kandidat pemimpin Riau adalah satu, yaitu membangun Riau dengan mengentas kemiskinan yang masih ada di negeri minyak ini.

Jika begitu, siapa pun kandidat yang berhasil menduduki kursi gubernur, maka semestinya setiap kandidat dan massanya siap berkerja sama dalam mewujudkan tujuan utama itu.

Kerja sama dalam mewujudkan tujuan itu termasuk dalam ketaatan (mendukung) pemimpin yang terpilih. Bahkan, ulama Ahlussunnah sepakat mengatakan, taat kepada pemimpin itu suatu kewajiban, selama pemimpin tidak memerintahkan kepada maksiat, atau sesuatu yang bertentangan dengan Islam.

Kesepakatan ulama ini berpegang kepada ayat 59, Surah al-Nisa’. Dan ini dikuatkan lagi dengan hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim yang memerintahkan taat kepada pemimpin, selama tidak memerintahkan kepada maksiat.

Tapi, jika pemimpin itu melegalisasi prostitusi atau minuman keras (miras), maka ulama mengatakan wajib menurunkan pemimpin tersebut.

Begitu penjelasan Syaikh Muhammad al-Amin al-Syafi’i dalam kitabnya al-Kaukab al-Wahhaj Fi Syarh Shahih Muslim.

Kewajiban patuh kepada pemimpin itu juga menjadi landasan atas kewajiban memilih pemimpin. Makanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang bersikap Golput, atau tidak ikut dalam memilih pemimpin.

Para ulama itu mengatakan, wajib bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin. Kalau yang dipilih ada, namun tidak ikut memilih, maka menjadi haram.

Begitu penjelasan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, Dr Ali Mustafa Ya’qub saat menjelaskan hasil Ijtima’ Ulama Fatwa III MUI di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Seorang pemimpin punya kedudukan tinggi, dan orang yang memuliakan pemimpin, maka Allah akan memuliakannya. Dan orang yang merendahkan kedudukan pemimpin, maka Allah juga akan merendahkan dirinya (HR Ahmad).

Makanya, rakyat dianjurkan mendoakan kebaikan bagi pemimpin. Sebab, kebaikan pemimpin juga kebaikan bagi rakyat. Rasulullah mengatakan, zaman seseorang itu ada pada pemimpinnya.

Jika pemimpinnya baik, maka zaman pun ikut menjadi baik. Jika pemimpinnya buruk, maka zaman itu pun ikut menjadi rusak (HR. al-Baihaqi).

Tidak heran, zaman dahulu banyak ulama yang menulis buku anjuran doa kebaikan untuk pemimpin. Di antaranya, Imam Yahya al-Hubaisi menulis buku Da’aim al-Islam Fi Wujub al-Du’a Li al-Imam.

Kewajiban Pemimpin
Dalam Islam, tujuan utama kepemimpinan ialah mendirikan agama dengan melaksanakan Syariat Islam, dan mengurus kemaslahatan umat.

Lalu, seorang pemimpin juga mesti berlaku adil dalam menjalankan kekuasaannya. Dan sikap adil itu erat kaitannya dengan sifat takwa.

Sebab, penulis kitab Fath al-Bary, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan, adil itu ialah menjalankan perintah Allah dengan menempatkan sesuatu itu sesuai pada posisinya. Dan pemimpin adil itu akan mendapat perlindungan Allah di akhirat kelak (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Lebih jelas lagi, Syaikh Athiah Muhammad Salim dalam bukunya Fi Zhilli ‘Arsy al-Rahman menjelaskan, keadilan pemimpin itu meliputi semua rakyat, tanpa membedakan kaum atau etnis tertentu.

Dan keadilan pemimpin itu bisa tercipta dengan melaksanakan syariat Islam yang bertujuan mengharapkan pahala dan terhindar dari azab-Nya. Dan ini sesuai dengan perintah Allah kepada hamba-Nya agar berlaku adil dalam menegakkan hukum (QS: al-Nisa’: 85).

Bukan hanya itu, Alquran juga menegaskan, seseorang yang punya kuasa juga diperintahkan melaksanakan salat (QS: al-Hajj:41). Maknanya, pemimpin itu menghidupkan salat berjamaah, dan memungsikan peranan masjid dalam kehidupan umat.

Sebab, dalam Islam, masjid punya peranan besar dalam membina umat dan merupakan sarana fundamental pengembangan dakwah Islam.

Masjid, bukan hanya di dalamnya saja yang penuh dengan aktivitas Islam, tapi di sekelilingnya juga diwarnai dengan aktivitas Islam, agar masjid jadi terjaga fungsi, citra, dan kehormatannya.

Di Mesir, Masjid al-Azhar pada awalnya adalah pusat pendidikan Islam, sebelum dibuat kampus khusus untuk pendidikan seperti sekarang ini.

Tapi, fungsi Masjid al-Azhar sebagai sarana pengajaran Islam tetap utuh hingga hari ini. Begitu juga masjid-masjid yang berada di berbagai belahan dunia Islam lainnya.

Nah, diharapkan juga kepada pemimpin (gubernur) terpilih dapat mengembalikan keagungan Masjid Agung An-Nur sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Karena halaman Masjid Agung An-Nur diisi dengan berbagai kegiatan yang justru kontraproduktif dengan peran dan citra masjid. Buktinya, setelah Salat Ashar hingga masuk waktu maghrib, di seluruh arena Masjid Agung An-Nur itu dipenuhi dengan berbagai kegiatan olahraga yang kadang tidak mengenakan pakaian muslimah.

Kalaupun dijadikan sarana olahraga ringan, hendaknya tetap memperhatikan sisi keislaman, tidak berpakaian bebas dan mempertimbangkan fungsi masjid.

Jangan pula saat jamaah yang mendengarkan pengajian, di sisi lain, para remaja bersorak riang di halaman masjid bermain bola dan kegiatan olahraga lain.

Semoga Gubernur Riau terpilih nantinya, dan dengan bantuan segenap lapisan masyarakat Riau, bisa mewujudkan tujuan utama kepemimpinan, yakni mengentaskan kemiskinan dan menghidupkan peranan masjid.***(ak27/rp)



Rinaldi Walim
Ketua Forum Silaturrahim Masjid Provinsi Riau


0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.


http://artikelkeren27.blogspot.com/2014/01/hasil-seleksi-cpns-kota-pekanbaru-2013.html

http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-kelulusan-cpns-kementerian.html


http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-daftar-nilai-tkd-dan-tkb.html



http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-daftar-nilai-tkd-dan-tkb.html



http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-indragiri.html


http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-kuantan.html
http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-siak-2013.html










PETUNJUK PENGGUNAAN