PEKANBARU [ArtikelKeren] NEWS - Masyarakat Riau terutama yang beragama islam diminta untuk waspada saat menikmati makanan di restoran Solaria yang ada disejumlah Mall dan Plaza di Pekanbaru. Pasalnya, sampai saat ini restoran tersebut belum mengantongi sertifikat halal.
Demikian disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Riau, Drs Abdurrahman Kaharuddin kepada halloriau.com, Rabu (14/8/2013). Menurut Abdulrahman, sejauh ini belum ada pihak restoran solaria yang ada di Pekanbaru mengajukan pengurusan sertifikat halal ke MUI.
"Ya, memang sama di Pekanbaru juga restoran ini belum mendapatkan jaminan kehalalan baik makanan maupun minuman yang disajikan. Karena mereka juga belum mengajukan untuk dilakukan audit kehalalan," jelasnya.
Abdurrahman berharap agar pemilik dan pengelola Solaria dan Restoran lainya yang belum memiliki sertifikat halal agar mengusulkan dan mengajukan agar dilakukan audit kehalalan terhadap makanan dan minuman yang disajikan.
"Bukan saja Solaria, tapi juga keseluruh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal agar segera mengajukan atau mengusulkan agar dilakukan audit untuk kehalalan atas makanan dan minuman yang mereka jual. Karena kita tidak berani menjamin apakah makanan itu halal atau tidak sebelum ada tindakan yang dilakukan. Ini tentunya menjadi persoalan bagi umat muslim sebagai konsumenya," lanjutnya.
Untuk itu, masyarakat selaku konsumen diminta tetap waspada dalam mengkonsumi makanan yang tidak memiliki label halal. Terutama para konsumen muslim yang tentunya memang suatu kewajiban memakan makanan yang halal.
"Ya, kita menghimbau kepada masyarakat, masyarakat muslim khususnya untuk tetap waspada terhadap restoran-restoran yang tidak memiliki sertifeikat halal. Karena tidak ada jaminan apakah yang dikonsumsi dari menu yang disajikan tersebut halal," lanjutnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri tidak bisa memaksa dan melarang masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut. Hanya saja konsumen sendiri yang bisa menentukan pilihan dan berhati-hati dalam mengkonsumsi produk yang tidak memiliki sertifikat halal.
"Kita serahkan kepada konsumen saja. Karena kita tidak bisa melarang. Karena secara umum kita hanya bisa menyampaikan kepada konsumen agar berhati-hati," sebutnya.
Dalam menjamin kehalalan produk makanan terutama jaminan makanan bagi umat muslim, MUI Riau berharap agar perusahaan-perusahaan makanan dan minuman maupun restoran bisa segera mengusulkan agar diaudit sehingga bisa di terbitkan sertifikat halal.
"Kita sekali lagi berharap kepada pengusaha- pengusaha makanan atau pun minuman juga restoran agar mereka mau diaudit dan diterbitkan sertifikat halalnya. Dan kalau sudah ada usulan dari produsen baru bisa kita audit. Karena kita tidak bisa memaksa karena sifatnya tidak memaksa," jelasnya lagi.
Namun, demikian Abdurrahman juga berharap agar Rancangan Undang-Undang (RUU) tetang jaminan produk halal segera disahkan. Dimana saat ini RUU tersebut masih digodok di DPR RI.
"RUU jaminan produk halal sampai saat ini belum disahkan diproses di DPR RI maknya belum ada sangsi tegas. Untuk itu kita berharap agar ini segera disahkan dan jaminan konsumen untuk masyarakat muslim lebih terjamin," harapnya. (Dani)
Demikian disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Riau, Drs Abdurrahman Kaharuddin kepada halloriau.com, Rabu (14/8/2013). Menurut Abdulrahman, sejauh ini belum ada pihak restoran solaria yang ada di Pekanbaru mengajukan pengurusan sertifikat halal ke MUI.
"Ya, memang sama di Pekanbaru juga restoran ini belum mendapatkan jaminan kehalalan baik makanan maupun minuman yang disajikan. Karena mereka juga belum mengajukan untuk dilakukan audit kehalalan," jelasnya.
Abdurrahman berharap agar pemilik dan pengelola Solaria dan Restoran lainya yang belum memiliki sertifikat halal agar mengusulkan dan mengajukan agar dilakukan audit kehalalan terhadap makanan dan minuman yang disajikan.
"Bukan saja Solaria, tapi juga keseluruh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal agar segera mengajukan atau mengusulkan agar dilakukan audit untuk kehalalan atas makanan dan minuman yang mereka jual. Karena kita tidak berani menjamin apakah makanan itu halal atau tidak sebelum ada tindakan yang dilakukan. Ini tentunya menjadi persoalan bagi umat muslim sebagai konsumenya," lanjutnya.
Untuk itu, masyarakat selaku konsumen diminta tetap waspada dalam mengkonsumi makanan yang tidak memiliki label halal. Terutama para konsumen muslim yang tentunya memang suatu kewajiban memakan makanan yang halal.
"Ya, kita menghimbau kepada masyarakat, masyarakat muslim khususnya untuk tetap waspada terhadap restoran-restoran yang tidak memiliki sertifeikat halal. Karena tidak ada jaminan apakah yang dikonsumsi dari menu yang disajikan tersebut halal," lanjutnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri tidak bisa memaksa dan melarang masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut. Hanya saja konsumen sendiri yang bisa menentukan pilihan dan berhati-hati dalam mengkonsumsi produk yang tidak memiliki sertifikat halal.
"Kita serahkan kepada konsumen saja. Karena kita tidak bisa melarang. Karena secara umum kita hanya bisa menyampaikan kepada konsumen agar berhati-hati," sebutnya.
Dalam menjamin kehalalan produk makanan terutama jaminan makanan bagi umat muslim, MUI Riau berharap agar perusahaan-perusahaan makanan dan minuman maupun restoran bisa segera mengusulkan agar diaudit sehingga bisa di terbitkan sertifikat halal.
"Kita sekali lagi berharap kepada pengusaha- pengusaha makanan atau pun minuman juga restoran agar mereka mau diaudit dan diterbitkan sertifikat halalnya. Dan kalau sudah ada usulan dari produsen baru bisa kita audit. Karena kita tidak bisa memaksa karena sifatnya tidak memaksa," jelasnya lagi.
Namun, demikian Abdurrahman juga berharap agar Rancangan Undang-Undang (RUU) tetang jaminan produk halal segera disahkan. Dimana saat ini RUU tersebut masih digodok di DPR RI.
"RUU jaminan produk halal sampai saat ini belum disahkan diproses di DPR RI maknya belum ada sangsi tegas. Untuk itu kita berharap agar ini segera disahkan dan jaminan konsumen untuk masyarakat muslim lebih terjamin," harapnya. (Dani)
Sumber : halloriau














0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.