SELAT PANJANG [ArtikelKeren] NEWS - Mengantisipasi berulangnya kembali kelangkaan BBM jenis premium di Kota Selatpanjang dan sekitarnya, Pemkab Kepulauan Meranti melalui Plt Sekda Iqaruddin menghimbau kepada warga untuk tidak melakukan penimbunan dengan cara memborong BBM bersubsidi yang dijual pengecer. Sehingga kelangkaan yang terjadi bisa diatasi dan tidak berulang kembali, terutama menjelang lebaran Idul Fitri 1434 hijriyah ini.
"Kelangkaan selama ini karena ada kecenderungan memborong ketika menjelang lebaran dan puasa. Harusnya tidak diborong, kalau begini berapapun penambahan kuotanya tidak akan cukup," ungkap Iqarrudin, Rabu (24/7/2013), di Selat Panjang.
Ia juga menyebutkan, saat ini Pemkab sudah meminta dan menunggu penambahan kuota BBM bersubsidi dari Pertamina menjelang lebaran, untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi. "Jangan khawatir dengan stok, kita sedang menunggu penambahannya. Kalau pun kurang, warga bisa membeli pertamax, toh harganya tidak jauh berbeda dan lebih hemat serta baik untuk mesin kendaraan," ujarnya.
Iqaruddin juga mengatakan, Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti, telah bekerja dengan maksimal dan telah juga melakukan berbagai cara untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi. Namun, katanya, saat ini praktik penimbunan masih saja terjadi. "Kalau penimbunan dilakukan di rumah, ini jelas berbahaya. Masyarakat harus menyadari itu," terangya.
Tidak hanya itu, untuk membantu mengatasi kelangkaan yang terjadi, ia juga meminta dan menghimbau kepada masing-masing mobil dinas di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti untuk bisa membeli BBM jenis pertamax dan tidak menggunakan BBM premium bersubsidi. "Kita minta para pemegang mobil dinas untuk membeli pertamax, tidak premium bersubsidi," ajak Iqaruddin. (susanto/MRnetwork)
"Kelangkaan selama ini karena ada kecenderungan memborong ketika menjelang lebaran dan puasa. Harusnya tidak diborong, kalau begini berapapun penambahan kuotanya tidak akan cukup," ungkap Iqarrudin, Rabu (24/7/2013), di Selat Panjang.
Ia juga menyebutkan, saat ini Pemkab sudah meminta dan menunggu penambahan kuota BBM bersubsidi dari Pertamina menjelang lebaran, untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi. "Jangan khawatir dengan stok, kita sedang menunggu penambahannya. Kalau pun kurang, warga bisa membeli pertamax, toh harganya tidak jauh berbeda dan lebih hemat serta baik untuk mesin kendaraan," ujarnya.
Iqaruddin juga mengatakan, Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti, telah bekerja dengan maksimal dan telah juga melakukan berbagai cara untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi. Namun, katanya, saat ini praktik penimbunan masih saja terjadi. "Kalau penimbunan dilakukan di rumah, ini jelas berbahaya. Masyarakat harus menyadari itu," terangya.
Tidak hanya itu, untuk membantu mengatasi kelangkaan yang terjadi, ia juga meminta dan menghimbau kepada masing-masing mobil dinas di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti untuk bisa membeli BBM jenis pertamax dan tidak menggunakan BBM premium bersubsidi. "Kita minta para pemegang mobil dinas untuk membeli pertamax, tidak premium bersubsidi," ajak Iqaruddin. (susanto/MRnetwork)
Sumber : halloriau














0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.