
Dan hasilnya, dari ke-66 klub itu, tidak semuanya bisa lolos ke kompetisi. Namun PSPS, optimis lolos verifkasi.
"Kami sudah kirim persyaratan yang diminta PT Liga Indonesia lewat email dan faksimile. Kami yakin PSPS lolos verifikasi,’’ ujar manajer PSPS, Deni Septiadi kepada Riau Pos, Selasa (4/3).
Verifikasi yang dilakukan PT LI tersebut juga mencakup dua aspek utama yaitu pada aspek finansial dan infrastruktur. Untuk infrastruktur, PT LI mengunjungi homebase yang sudah diajukan klub-klub mulai 10 hingga 28 Februari.
“Tapi kami belum dapat jadwal kapan PT Liga datang memverifikasi Stadion Rumbai,” ujarnya.
Untuk aspek finansial, semua klub diminta mengirimkan dokumen yang terkait aspek penganggaran itu mulai 3 hingga 28 Februari.
Dalam tenggat waktu yang lumayan panjang itu, ternyata masih ada juga klub yang belum mengumpulkan berkasnya kepada PT LI sebagai syarat utama verifikasi. “Kami sudah serahkan semua,’’ ujar Deni Septiadi.
Rencananya, komposisi klub Divisi Utama akan diumumkan Komite Eksekutif PSSI pada 10 Maret nanti, tentunya berdasarkan laporan dari PT LI.
Klub yang terlambat menyerahkan data verifikasi hanya dibolehkan untuk merekrut 18 pemain untuk kompetisi.
Sedangkan sanksi yang paling berat adalah klub itu didiskualifikasi keikut sertaannya sebagai peserta kompetisi Divisi Utama dan terdegradasi dari kompetisi.
Kompetisi Divisi Utama musim ini memang menjadi yang paling banyak kontestannya daripada musim-musim sebelumnya yakni 66 klub yang terdiri dari 46 klub dari Divisi Utama PT LI musim lalu dan 20 klub dan sisanya dari Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). (ak27)
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.