
Atas laporan ini, Polda Riau akan melakukan supervisi kasus yang saat ini ditangani Polres Bengkalis.
Demikian dikatakan Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono MM MHum, Jumat (10/1).
"Kalau laporannya tentang pemalsuan itu, penanganannya tetap di Polres Bengkalis. Tapi Polda Riau akan melakukan supervisi untuk mencari tahu sudah sejauh mana ditangani,’’ ujar Kapolda.
Sebelumnya ramai diberitakan, seorang oknum polisi, Briptu Ds dilaporkan ke Polda Riau atas dugaan pemalsuan surat tanah 15 Desember 2012 lalu oleh Herry M, warga asal Dumai. Setahun berjalan, pelapor mendatangi Polda Riau untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.
Laporan atas Ds yang saat itu bertugas di Mandau tertuang dalam laporan polisi nomor 380/ XII/ 2012/ SPKT/ Riau.
Sebelum ke Polda, terlapor diketahui sudah melapor ke Propam Mabes Polri dan Komnas HAM. Di Polda, DS dilaporkan atas perusakan lahan dalam pasal 263 dan pasal 406 juncto pasal 170 KUHPidana, juga merusak, mengancam dan mencuri pompong di lahannya.
Dalam laporannya pada polisi, Ds juga diduga melakukan penyerobotan dan perusakan lahan milik pelapor di Desa Harapan Baru, Mandau, Bengkalis. Lahan itu sendiri memiliki luas 108 hektare. Ds saat itu datang dengan surat dari Tasik Serai, Kecamatan Pinggir. Surat inilah yang dilaporkan Harry karena diduga palsu. (ak27)
0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.