Dalam setiap kehidupan, ada kesedihan dan kebahagiaan, ada hari dimana kita kehilangan kepercayaan kita, hari dimana teman kita melawan diri kita sendiri. Tapi hari itu tak akan pernah datang saat kita membela suatu hal yang paling berharga dalam hidup ~ @MotivatorSuper

Selasa, 23 Juli 2013

Risiko Kesehatan Jika Berat Lahir Bayi Terlalu Besar

Selasa, Juli 23, 2013 By Unknown No comments

Risiko Kesehatan Jika Berat Lahir Bayi Terlalu Besar
[ArtikelKeren] HEALTH CONCERNS - Persalinan Kate Middleton yang berlangsung Senin (20/7/2013) pukul 16.24 waktu Inggris lalu seakan menjawab penantian publik selama beberapa bulan terakhir. "Royal Baby" yang berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan berat lahir 3,7 kilogram.

Meski lahir dengan berat cukup besar untuk ukuran bayi Asia, tetapi calon pewaris tahta kerajaan Inggris tersebut masih tergolong normal. Menurut dr. Ivan SIni, Sp.OG bayi Kate Middleton bisa berbobot besar karena terlahir dari orangtua ras kaukasia.

"Wanita kaukasia memiliki postur tubuh besar dan ukuran 4,6 kg bisa dikatakan relatif wajar," kata dokter dari RSIA. Bunda Jakarta ini ketika dihubungi Kompas.com (23/7/13).

Seorang bayi dianggap kelebihan berat badan jika bobotnya melebihi 4 kg atau disebut dengan bayi makrosomia. Kondisi ini menghadapi sejumlah risiko di antaranya hipogiklemi atau penurunan kadar gula darah.

Menurut Sita Ayu Arumi, dokter spesialis kebidanan, bayi terlahir besar mungkin terjadi karena diabetes gestasional yang dialami ibunya. Diabetes gestasional merupakan tingginya kadar gula darah yang khas ditemui hanya saat hamil.

"Jika kadar gula darah puasa ibu lebih dari 110 mg/dL, dan lebih dari 140 mg/dL setelah makan, maka bisa jadi ibu mengalami diabetes gestasional," tuturnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2013).

Apabila ibu mengalami diabetes gestasional maka risiko bayi mengalami hipoglikemi setelah dilahirkan meningkat. Hal ini terjadi karena adanya mekanisme kompensasi yang dimiliki bayi.

Sita memaparkan, saat hamil bayi mendapatkan asupan nutrisi dari ibunya. Bila ibu menderita diabetes gestasional, maka asupan nutrisi yang didapat bayi mengandung kadar gula yang tinggi sehingga tubuh bayi meresponnya dengan produksi insulin yang lebih banyak. Sayangnya insulin tetap diproduksi dalam jumlah yang sama setelah bayi dilahirkan.

"Padahal setelah dilahirkan, bayi tidak mendapat lagi nutrisi dari ibunya. Nutrisi yang didapatkannya sendiri mungkin tidak sebanyak yang didapat saat dalam kandungan, jadi tidak banyak gula darah yang harus diubah oleh insulin yang jumlahnya tetap banyak. Inilah yang mengakibatkan hipoglikemi," jelas dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya ini.

Karena kadar gula darah bayi tinggi, maka glukosa akan diubah menjadi cadangan makanan di sel. Sehingga, ukuran sel pun menjadi besar dan jumlahnya banyak. Akibatnya berat badan bayi menjadi besar.

Kendati demikian Sita mengatakan, setiap bayi yang lahir besar sebaiknya perlu diperiksa kadar gula darahnya untuk menghindari risiko hipoglikemi ataupun risiko lainnya.

Sumber : health.kompas

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.


http://artikelkeren27.blogspot.com/2014/01/hasil-seleksi-cpns-kota-pekanbaru-2013.html

http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-kelulusan-cpns-kementerian.html


http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-daftar-nilai-tkd-dan-tkb.html



http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/pengumuman-daftar-nilai-tkd-dan-tkb.html



http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-indragiri.html


http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-kuantan.html
http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/hasil-seleksi-cpns-kabupaten-siak-2013.html










PETUNJUK PENGGUNAAN