RENGAT [ArtikelKeren] NEWS - Kebakaran maut terjadi Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, Senin (22/7/2013). 4 bocah kakak beradik tewas setelah tidak mampu menghindari kobaran api yang menghanguskan rumah mereka.
Keempat malang itu adalah Windasari (7), Arnoldis Adi Saputra (5), Greson Pernando (3), Perianto Solohon (1,6). Keempatnya ditemukan tewas mengenaskan.
Delson Simarmata ayah dari keempat bocah malang ini mengaku, dirinya bersama sang istri Rusmi Br Raja Gukguk sedang berada di pasar belilas saat kebakaran terjadi.
Kebakaran itu katanya, terjadi saat keempat anaknya itu tengah tertidur lelap dikamar. Sementara dirinya dan sang istri harus menjelani aktifitas berjualan sayur di pasar Belilas.
Kegiatan ini sudah mereka jalani sejak membina rumah tangga. Namun nahas, keempat anak mereka harus meregang nyawa dengan cara mengenaskan.
"Suami saya hanya mengantar saja, terus langsung pulang, namun tidak lama kami tiba di pasar, ada tetangga nelpon kalau rumah kami terbakar," ujar Rusmi lirih.
Dalam peristiwa ini, tidak ada satupun benda berhasil diselamatkan. Banyak warga yang menyaksikan kebakaran itu, namun tidak bisa berbuat banyak, rumah yang hanya terbuat dari papan dengan sekajap mata ludes dilalap sijagi merah.
"Banyak orang dan tetangga berdatangan menyaksikan kebakaran itu tetapi apa boleh buat semua tidak bisa diselamatkan,"katanya.
Setelah beberapa saat kejadian, anggota Polsek Seberida pun datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan olah TKP serta mengambil keterangan saksi di kejadian.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui Kasubag Humas Polres Inhu Ipda Yarmen saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran yang menimpa rumah pasangan Delson Simarmata - Rusmi Br Raja Gukguk.
"Kita belum dapat memastikan penyebab pasti musibah kebakaran itu, dan. akibat dari kebakaran ini selain memakan korban jiwa, juga kerugian material yang mencapai puluhan juta rupiah "ujarnya.
Sementara itu, Camat Seberida Amin Suhardi menuturkan, aparat Pemerintah Kecamatan Seberida sudah melaporkan musibah Kebakaran ini kepada Pemkab Inhu "Petugas dari Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana daerah sudah melakukan pendataan dan jumlah kerugian material terhadap korban kebakaran" ujarnya
Kepada masyarakat saya harapkan, agar memeriksa seluruh peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah, seperti kontak listrik, kompor dan barang-barang yang lain yang berkemungkinan bisa menyebabkan kebakaran," harapnya. (Zulpen/MRnetwork)
Keempat malang itu adalah Windasari (7), Arnoldis Adi Saputra (5), Greson Pernando (3), Perianto Solohon (1,6). Keempatnya ditemukan tewas mengenaskan.
Delson Simarmata ayah dari keempat bocah malang ini mengaku, dirinya bersama sang istri Rusmi Br Raja Gukguk sedang berada di pasar belilas saat kebakaran terjadi.
Kebakaran itu katanya, terjadi saat keempat anaknya itu tengah tertidur lelap dikamar. Sementara dirinya dan sang istri harus menjelani aktifitas berjualan sayur di pasar Belilas.
Kegiatan ini sudah mereka jalani sejak membina rumah tangga. Namun nahas, keempat anak mereka harus meregang nyawa dengan cara mengenaskan.
"Suami saya hanya mengantar saja, terus langsung pulang, namun tidak lama kami tiba di pasar, ada tetangga nelpon kalau rumah kami terbakar," ujar Rusmi lirih.
Dalam peristiwa ini, tidak ada satupun benda berhasil diselamatkan. Banyak warga yang menyaksikan kebakaran itu, namun tidak bisa berbuat banyak, rumah yang hanya terbuat dari papan dengan sekajap mata ludes dilalap sijagi merah.
"Banyak orang dan tetangga berdatangan menyaksikan kebakaran itu tetapi apa boleh buat semua tidak bisa diselamatkan,"katanya.
Setelah beberapa saat kejadian, anggota Polsek Seberida pun datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan olah TKP serta mengambil keterangan saksi di kejadian.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui Kasubag Humas Polres Inhu Ipda Yarmen saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran yang menimpa rumah pasangan Delson Simarmata - Rusmi Br Raja Gukguk.
"Kita belum dapat memastikan penyebab pasti musibah kebakaran itu, dan. akibat dari kebakaran ini selain memakan korban jiwa, juga kerugian material yang mencapai puluhan juta rupiah "ujarnya.
Sementara itu, Camat Seberida Amin Suhardi menuturkan, aparat Pemerintah Kecamatan Seberida sudah melaporkan musibah Kebakaran ini kepada Pemkab Inhu "Petugas dari Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana daerah sudah melakukan pendataan dan jumlah kerugian material terhadap korban kebakaran" ujarnya
Kepada masyarakat saya harapkan, agar memeriksa seluruh peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah, seperti kontak listrik, kompor dan barang-barang yang lain yang berkemungkinan bisa menyebabkan kebakaran," harapnya. (Zulpen/MRnetwork)
Sumber : halloriau














0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.