
Kepala (BPBD Sumbar, Yazid Fadli mengatakan, simulasi dan patroli perlu dilakukan pihaknya karena ada 103.587 jiwa penduduk yang bakal terancam, jika tiga gunung api berstatus Waspada (level II) itu meletus.
Ini berkaca dari Gunung Kelud yang awalnya berstatus Waspada lalu naik ke Siaga dan Awas hingga kemudian meletus. “Beruntung, masyarakat di sekitar Gunung Kelud itu kesiapsiagaannya sudah tinggi, sehingga korban jiwa dapat diminimalisir,” jelasnya kepada Padang Ekspres (Grup Riau Pos), (24/2) lalu.”Untuk itu, kami imbau warga dan pendaki tidak melanggar peringatan yang telah diberikan pihak terkait. Karena ini menyangkut keselamatan nyawa manusia,” imbuhnya.
Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Sumbar, Nuzuwir menambahkan, pihaknya telah membagi kawasan gunung api menjadi tiga tingkatan yakni rawan bencana I yang berpotensi dilanda hujan abu dan terkena lontaran batu pijar serta berada pada radius 7 km dari puncak aliran lahar dingin. Sedangkan, kawasan rawan bencana II berpotensi terkena aliran awan panas, lava, guguran batu pijar dan lahar hujan atau radius 5 km dari puncak larva. Lalu, kawasan rawan bencana III terancam aliran awan panas, lava gas racun dan guguran baru (pijar) dan selalu terancan lontaran baru (pijar) dan hujan abu lebat atau radius 3 km.
Di masing-masing kawasan itu, kata dia, bermukim banyak penduduk. Di kawasan I Gunung Marapi ada sekitar 55 ribu jiwa penduduk, dan kawasan II 547 jiwa. Sedangkan di Gunung Talang, di kawasan I ada sekitar 44 ribu jiwa penduduk dan kawasan II sebanyak 3.470 jiwa. Di kawasan I dan II Gunung Kerinci, ada 590 jiwa warga Sumbar yang bermukim.
“Jika tiga gunung api itu meletus, maka 103.587 jiwa yang akan terkena dampaknya,” ucapnya. Pengamat Gunung Marapi Hartanto mengatakan, Gunung Marapi, Kerinci dan Talang berstatus Waspada. Dengan begitu, maka radius 3 km dari puncak gunung sangat berbahaya untuk pendaki.
Jika gunung api mengeluarkan debu, maka akan meningkatkan penyakit ISPA dan kalau terkena mata bisa sangat pedih. “Jika abu vulkanik dari gunung api telah ke luar, ya segera pasang masker,” ucapnya.
Dia juga mendukung BPBD Sumbar melakukan simulasi agar masyarakat tidak bingung menyelamatkan diri ketika bencana itu terjadi. Dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Marapi berubah status Waspada sejak 3 Agustus 2011, Gunung Talang sejak 8 Februari 2012 dan Kerinci sejak 9 September 2007. (ak27)
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.