BENGKALIS [ArtikelKeren] NEWS - Pemkab Bengkalis bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Propinsi (BNP), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) serta Sat Narkoba Polres Bengkalis melaksanakan tes urine terhadap para pegawai dan honorer. Tes urine juga dilakukan terhadap Sekertaris Daerah hingga para pimpinan SKPD.
Pantauan di Kantor Bupati Bengkalis, Senin (9/9/2013) tampak ratusan pegawai dan honorer antri untuk melakukan tes urine. Begitupun Sekdakab Bengkalis H. Burhanuddin, ikut ambil bagian untuk melakukan tes urine. Tak ketinggalan para pimpinan SKPD diantaranya Kepala BPPT, H. Umran, Kepala Diklat, H. Tengku Zainudin, Plt kepala BPBD, H. Jaafar Arief, Kepala Bappeda, Jondi Indra Bustian, Asisten III, H. Herdi Salioso serta sejumlah pejabat lainnya
Sepuluh orang petugas dari BNN tampak dengan ramah memberikan botol kecil kepada setiap PNS maupun honorer yang akan melakukan tes urine.
''Urine nya dimasukkan ke sini ya Pak,'' ujar petugas tersebut kepada salah seorang pegawai Pemkab sambil tersenyum.
Ketua BNK Bengkalis, H. Suayatno ditemui disela-sela pelaksanaan tes urine mengatakan, persoalan Narkoba di Bengkalis sudah sangat merisaukan. Tidak hanya di kalangan masyarakat umum tapi juga di lingkungan PNS. Untuk itu katanya, perlu penanganan yang komprehensip untuk kasus Narkoba tersebut.
''Tes urine hari ini bagian dari komitmen kami agar para pegawai kita waspada dan tidak bermain-main dengan Narkoba. Juga sebagai jawaban atas banyaknya permintaan dan desakan agar tes urine dilakukan,'' kata Suayatno.
Ditanya tindak lanjut dari hasil tes urine tersebut, Wakil Bupati Bengkalis ini mengatakan, apapun hasilnya nanti akan dibicarakan lebih mendetail termasuk langkah-langkah apa yang akan diambil.
''Soal tindak lanjutnya nanti saja ya, akan dibahas lebih lanjut. Kita tunggu saja apa hasil tes urine hari ini,'' kata Wabup.
Sementara itu Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Willy Kartamanah mengapresiasi atas terlaksananya tes urine tersebut. Soal sanksi atau tindakan apa yang akan dikenakan kepada PNS yang terbukti atau positif menggunakan Narkoba, Kasat menyerahkan kepada Pemkab Bengkalis.
''Apapun hasilnya nanti itu menjadi ranahnya Pemkab Bengkalis. Yang pasti kegiatan seperti ini sangat positif, setidaknya ini bagian dari sosial kontrol Pemerintah Daerah terhadap para pegawainya. Harapan kita tentunya ke depan seluruh PNS Bengkalis bersih dari pengaruh narkoba,'' ujar Kasat Narkoba.
Terpisah, Kasubdit Lingkungan Kerja Badan Narkotika Nasional (BNN), Dik Dik Kusnadi ditemui di kantor Bupati mengatakan, Bengkalis menjadi salah satu daerah yang dijadikan target para bandar Narkoba. Hal itu didasari dua alasan, pertama karena APBD Bengkalis yang besar, kedua posisi Bengkalis yang berdekatan dengan negara tetangga.
''Kami dari BNN memang sengaja diminta oleh Pemkab Bengkalis untuk melakukan tes urine pada hari ini. Ini bagian dari tanggungjawab moral dan sosial kontrol Pemkab Bengkalis terhadap seluruh pegawainya. Dan pastinya tujuan dari kegiatan ini ingin menyelematkan Bengkalis dari bahaya Narkotika,'' kata Dik Dik.
Dikatakan, sesuai data BNN saat ini tercatat sekitar 4 juta rakyat Indonesia yang terlibat Narkoba. Dari jumlah tersebut, setiap hari sekitar 40-50 orang meninggal dunia. Dibutuhkan komitmen bersama untuk memberantas peradaran narkoba ini, tidak hanya diserahkan kepada satu institusi saja.
Terkait dengan tes urine dan tindak lanjut hasil yang diperoleh, kata Dik Dik sesuai pengarahan Wakil Bupati Bengkalis yang juga Ketua BNK, H. Suayatno, bahwa tes urine yang dilalukan tersebut bagian dari pembinaan Pemkab Bengkalis terhadap seluruh pegawainya.
''Jadi apapun hasilnya nanti akan kita serahkan kepada Pemkab Bengkalis untuk ditindaklnjutinya, karena memang tes urine ini sifatnya pembinaan,'' jelasnya.
Persoalan Narkoba kata Dik Dik didukung oleh tiga faktor, pertama individu pengguna, barang ada dan lingkungan.
''Saya menekankan pada lingkungan. Ketika seseorang ingin menikmati Narkoba, barangnya juga ada tapi lingkungan tidak mendukung karena gencar sosialisasi Narkoba dan masyarakatnya peduli, maka niat untuk mengkonsumsi tidak ada terjadi. Jadi lingkungan sangat penting," ujarnya.
Pantauan di Kantor Bupati Bengkalis, Senin (9/9/2013) tampak ratusan pegawai dan honorer antri untuk melakukan tes urine. Begitupun Sekdakab Bengkalis H. Burhanuddin, ikut ambil bagian untuk melakukan tes urine. Tak ketinggalan para pimpinan SKPD diantaranya Kepala BPPT, H. Umran, Kepala Diklat, H. Tengku Zainudin, Plt kepala BPBD, H. Jaafar Arief, Kepala Bappeda, Jondi Indra Bustian, Asisten III, H. Herdi Salioso serta sejumlah pejabat lainnya
Sepuluh orang petugas dari BNN tampak dengan ramah memberikan botol kecil kepada setiap PNS maupun honorer yang akan melakukan tes urine.
''Urine nya dimasukkan ke sini ya Pak,'' ujar petugas tersebut kepada salah seorang pegawai Pemkab sambil tersenyum.
Ketua BNK Bengkalis, H. Suayatno ditemui disela-sela pelaksanaan tes urine mengatakan, persoalan Narkoba di Bengkalis sudah sangat merisaukan. Tidak hanya di kalangan masyarakat umum tapi juga di lingkungan PNS. Untuk itu katanya, perlu penanganan yang komprehensip untuk kasus Narkoba tersebut.
''Tes urine hari ini bagian dari komitmen kami agar para pegawai kita waspada dan tidak bermain-main dengan Narkoba. Juga sebagai jawaban atas banyaknya permintaan dan desakan agar tes urine dilakukan,'' kata Suayatno.
Ditanya tindak lanjut dari hasil tes urine tersebut, Wakil Bupati Bengkalis ini mengatakan, apapun hasilnya nanti akan dibicarakan lebih mendetail termasuk langkah-langkah apa yang akan diambil.
''Soal tindak lanjutnya nanti saja ya, akan dibahas lebih lanjut. Kita tunggu saja apa hasil tes urine hari ini,'' kata Wabup.
Sementara itu Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Willy Kartamanah mengapresiasi atas terlaksananya tes urine tersebut. Soal sanksi atau tindakan apa yang akan dikenakan kepada PNS yang terbukti atau positif menggunakan Narkoba, Kasat menyerahkan kepada Pemkab Bengkalis.
''Apapun hasilnya nanti itu menjadi ranahnya Pemkab Bengkalis. Yang pasti kegiatan seperti ini sangat positif, setidaknya ini bagian dari sosial kontrol Pemerintah Daerah terhadap para pegawainya. Harapan kita tentunya ke depan seluruh PNS Bengkalis bersih dari pengaruh narkoba,'' ujar Kasat Narkoba.
Terpisah, Kasubdit Lingkungan Kerja Badan Narkotika Nasional (BNN), Dik Dik Kusnadi ditemui di kantor Bupati mengatakan, Bengkalis menjadi salah satu daerah yang dijadikan target para bandar Narkoba. Hal itu didasari dua alasan, pertama karena APBD Bengkalis yang besar, kedua posisi Bengkalis yang berdekatan dengan negara tetangga.
''Kami dari BNN memang sengaja diminta oleh Pemkab Bengkalis untuk melakukan tes urine pada hari ini. Ini bagian dari tanggungjawab moral dan sosial kontrol Pemkab Bengkalis terhadap seluruh pegawainya. Dan pastinya tujuan dari kegiatan ini ingin menyelematkan Bengkalis dari bahaya Narkotika,'' kata Dik Dik.
Dikatakan, sesuai data BNN saat ini tercatat sekitar 4 juta rakyat Indonesia yang terlibat Narkoba. Dari jumlah tersebut, setiap hari sekitar 40-50 orang meninggal dunia. Dibutuhkan komitmen bersama untuk memberantas peradaran narkoba ini, tidak hanya diserahkan kepada satu institusi saja.
Terkait dengan tes urine dan tindak lanjut hasil yang diperoleh, kata Dik Dik sesuai pengarahan Wakil Bupati Bengkalis yang juga Ketua BNK, H. Suayatno, bahwa tes urine yang dilalukan tersebut bagian dari pembinaan Pemkab Bengkalis terhadap seluruh pegawainya.
''Jadi apapun hasilnya nanti akan kita serahkan kepada Pemkab Bengkalis untuk ditindaklnjutinya, karena memang tes urine ini sifatnya pembinaan,'' jelasnya.
Persoalan Narkoba kata Dik Dik didukung oleh tiga faktor, pertama individu pengguna, barang ada dan lingkungan.
''Saya menekankan pada lingkungan. Ketika seseorang ingin menikmati Narkoba, barangnya juga ada tapi lingkungan tidak mendukung karena gencar sosialisasi Narkoba dan masyarakatnya peduli, maka niat untuk mengkonsumsi tidak ada terjadi. Jadi lingkungan sangat penting," ujarnya.
Sumber : halloriau
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.