BENGKALIS [ArtikelKeren] NEWS - Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh mengatakan pameran pustaka dan arsip yang dilaksanakan setiap tahunnya hendaknya jangan hanya sekedar seremonial. Namun, harus memiliki out put yang jelas yaitu mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
Hal itu diungkapkan Herliyan saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan pameran pustaka dan arsip di halaman kantor Badan Perpustakaan Umum Arsip dan Dokumentasi (BPUAD), Jalan Pertanian, Selasa (10/9/2013). Baik kuantitas maupun kualitas penyelenggaraan perlu ditingkatkan agar masyarakat tertarik untuk datang.
''Kualitas dan kuantitas materi pameran ini dapat ditingkatkan lagi, sehingga jumlah pihak yang berpartisipasi semakin meningkat, dengan demikian masyarakat punya banyak pilihan untuk mendapatkan buku-buku yang diperlukan,'' harap Herliyan.
Khusus kepada BPUAD, Herliyan berpesan, selaku pengelola perpustakaan hendaknya membuat terobosan agar menarik untuk dikunjungi, misalnya dengan menyediakan buku-buku yang bagus dan terkini, termasuk buku-buku tentang kearifan lokal dan budaya masyarakat. Bukan hanya terbatas pada buku pengetahuan, tetapi termasuk buku-buku best saller, buku-buku budaya, serta buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda dan masyarakat umum. kemudian pihak pengelola perpustakaan harus mampu menerapkan pustaka berbasis Teknologi dan Informasi (TI).
Herliyan mengingatkan, tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimilikinya. Kecerdasan dan keberadaan bangsa tersebut dapat terwujud dengan adanya pembelajaran sepanjang hayat yang salah satunya adalah dengan rajin membaca.
''Dengan membaca buku kita bisa memliki pengetahuan dan kemampuan yang baru, mustahil orang bisa pintar tanpa membaca dengan membaca kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia diberbagai bidang ilmu pengetahuan, semakin banyak buku yang kita baca semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan,'' katanya.
Sebagai sumber ilmu sepanjang hayat, sambung Herliyan, perpustkaan tidak bisa berdiri sendiri. Untuk itu, dukungan dari instansi lain tetap dibutuhkan, agar saling bersinergi, bahu membahu menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara merata baik masyarakat kota maupun pedesaan.
''Kita dituntut terus menggelorakan Gerakan Bengkalis membaca yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat dan budaya baca di Kabupaten Bengkalis. Dengan tumbuhnya minat dan budaya baca akan lahir masyarakat membaca (reading society) dan masyarakat belajar (learning society) yang merupakan indikator dari kualitas sumber daya manusia,'' ujarnya.
Hal itu diungkapkan Herliyan saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan pameran pustaka dan arsip di halaman kantor Badan Perpustakaan Umum Arsip dan Dokumentasi (BPUAD), Jalan Pertanian, Selasa (10/9/2013). Baik kuantitas maupun kualitas penyelenggaraan perlu ditingkatkan agar masyarakat tertarik untuk datang.
''Kualitas dan kuantitas materi pameran ini dapat ditingkatkan lagi, sehingga jumlah pihak yang berpartisipasi semakin meningkat, dengan demikian masyarakat punya banyak pilihan untuk mendapatkan buku-buku yang diperlukan,'' harap Herliyan.
Khusus kepada BPUAD, Herliyan berpesan, selaku pengelola perpustakaan hendaknya membuat terobosan agar menarik untuk dikunjungi, misalnya dengan menyediakan buku-buku yang bagus dan terkini, termasuk buku-buku tentang kearifan lokal dan budaya masyarakat. Bukan hanya terbatas pada buku pengetahuan, tetapi termasuk buku-buku best saller, buku-buku budaya, serta buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda dan masyarakat umum. kemudian pihak pengelola perpustakaan harus mampu menerapkan pustaka berbasis Teknologi dan Informasi (TI).
Herliyan mengingatkan, tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimilikinya. Kecerdasan dan keberadaan bangsa tersebut dapat terwujud dengan adanya pembelajaran sepanjang hayat yang salah satunya adalah dengan rajin membaca.
''Dengan membaca buku kita bisa memliki pengetahuan dan kemampuan yang baru, mustahil orang bisa pintar tanpa membaca dengan membaca kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia diberbagai bidang ilmu pengetahuan, semakin banyak buku yang kita baca semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan,'' katanya.
Sebagai sumber ilmu sepanjang hayat, sambung Herliyan, perpustkaan tidak bisa berdiri sendiri. Untuk itu, dukungan dari instansi lain tetap dibutuhkan, agar saling bersinergi, bahu membahu menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara merata baik masyarakat kota maupun pedesaan.
''Kita dituntut terus menggelorakan Gerakan Bengkalis membaca yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat dan budaya baca di Kabupaten Bengkalis. Dengan tumbuhnya minat dan budaya baca akan lahir masyarakat membaca (reading society) dan masyarakat belajar (learning society) yang merupakan indikator dari kualitas sumber daya manusia,'' ujarnya.
Sumber : halloriau















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.