BENGKALIS [ArtikelKeren] NEWS - Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno mengatakan berdasarkan pengalaman masa lalu, ketika Indonesia dilanda krisis moneter, Koperasi dan UMKM merupakan sektor ekonomi yang menyelamatkan Indonesia dan kebangkrutan. Hal itu menjadi bukti bahwa Koperasi dan UMKM sangat berpotensi menggerakkan perekonomian.
Hal itu disampaikan Suayatno dalam pengarahannya saat membuka kegiatan bazar yang dilaksanakan Dinas Koperasi bersempena HUT Koperasi Ke-66 bertempat di Lapangan Tugu Bengkalias, Senin (26/8/2013). ''Tidak hanya itu, sektor UMKM juga bisa mengatasi pengangguran dan meredam kemiskinan,'' ujar Suayatno.
Sebagaimana diketahui, sambung Suayatno, saat ini perekonomian nasional mulai goyah, yang ditandai dengan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun pelaku usaha, agar negara tidak kembali terjerembab dalam jurang krisis moneter.
''Tentunya kita tidak meninginkan, negera kita mengalami krisis ekonomi dan moneter, karena kondisi ini akan memimbulkan berbagai gejolak, tidak hanya perekenomian, juga berdampak pada sosial,'' katanya.
Terkait persoalan perekonomian nasional yang mulai goyah ini, sambung Suayatno, dirinya menekankan agar koperasi di kabupaten Bengkalis terus berperan aktif dalam pembangunan bidang ekonomi. Terlebih koperasi sudah teruji dalam menghadapi krisis ekonomi yang terjadi di sejumlah negara.
''Pada kesempatan ini, saya menyarankan agar koperasi dan UKM lebih fokus dengan program yang telah disusun diantaranya berupaya meningkatkan kualitas manajerial. Kuncinya, para pelaku koperasi harus disiplin, kerja keras, inovasi dan kreatif dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,'' harap Suayatno.
Terkait dengan pelaksanaan bazar, Suayatno mengatakan salah satu wahana untuk memperkenalkan potensi komoditi maupun produk unggulan yang dihasilkan oleh sejumlah pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah yang ada di daerah ini. Disamping itu, penyelenggaraan bazar ini sekaligus sebagai ajang promosi untuk merebut pasar dengan cara menampilkan kualitas yang terbaik.
''Saya harapkan melalui bazar ini akan menciptakan wahana baru penyampaian informasi yang tepat, efektif dan efisien tentang potensi, prestasi, reputasi dan kinerja UMKM yang ada di kabupaten Bengkalis. Kegiatan bazar produk unggulan UKM merupakan momentum bagi kita agar dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, koperasi dan umkm yang ada di bengkalis. Hal ini selaras dengan tema peringatan hari koperasi ke-66 tahun 2013 yaitu sejahtera bersama koperasi,'' papar Suayatno
Disadari, sambung Suayatno, selama ini pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah telah mempunyai keberanian, kekuatan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri (wiraswasta). Namun disisi lain, masih dinilai lemah dalam pengembangan usaha, kurang kreatif dan berinovasi untuk menciptakan peluang-peluang baru.
''Kondisi ini yang menyebabkan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah, sulit untuk bisa berkembang,'' kata Suayatno seraya berharap koperasi yang sedang berkembang harus gigih berjuang untuk membangkitkan ekonomi rakyat, agar lebih tegar dan berkembang sesuai dengan jatidirinya.
Usai membuka kegiatan bazar, Wabup dengan didampingi Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin, Kadiskop dan UMKM H Tuah Hasrun Saily serta sejumlah pejabat eselon II lainnya berkesempatan meninjau stand-stand dari delapan kecamatan.
Hal itu disampaikan Suayatno dalam pengarahannya saat membuka kegiatan bazar yang dilaksanakan Dinas Koperasi bersempena HUT Koperasi Ke-66 bertempat di Lapangan Tugu Bengkalias, Senin (26/8/2013). ''Tidak hanya itu, sektor UMKM juga bisa mengatasi pengangguran dan meredam kemiskinan,'' ujar Suayatno.
Sebagaimana diketahui, sambung Suayatno, saat ini perekonomian nasional mulai goyah, yang ditandai dengan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun pelaku usaha, agar negara tidak kembali terjerembab dalam jurang krisis moneter.
''Tentunya kita tidak meninginkan, negera kita mengalami krisis ekonomi dan moneter, karena kondisi ini akan memimbulkan berbagai gejolak, tidak hanya perekenomian, juga berdampak pada sosial,'' katanya.
Terkait persoalan perekonomian nasional yang mulai goyah ini, sambung Suayatno, dirinya menekankan agar koperasi di kabupaten Bengkalis terus berperan aktif dalam pembangunan bidang ekonomi. Terlebih koperasi sudah teruji dalam menghadapi krisis ekonomi yang terjadi di sejumlah negara.
''Pada kesempatan ini, saya menyarankan agar koperasi dan UKM lebih fokus dengan program yang telah disusun diantaranya berupaya meningkatkan kualitas manajerial. Kuncinya, para pelaku koperasi harus disiplin, kerja keras, inovasi dan kreatif dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,'' harap Suayatno.
Terkait dengan pelaksanaan bazar, Suayatno mengatakan salah satu wahana untuk memperkenalkan potensi komoditi maupun produk unggulan yang dihasilkan oleh sejumlah pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah yang ada di daerah ini. Disamping itu, penyelenggaraan bazar ini sekaligus sebagai ajang promosi untuk merebut pasar dengan cara menampilkan kualitas yang terbaik.
''Saya harapkan melalui bazar ini akan menciptakan wahana baru penyampaian informasi yang tepat, efektif dan efisien tentang potensi, prestasi, reputasi dan kinerja UMKM yang ada di kabupaten Bengkalis. Kegiatan bazar produk unggulan UKM merupakan momentum bagi kita agar dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, koperasi dan umkm yang ada di bengkalis. Hal ini selaras dengan tema peringatan hari koperasi ke-66 tahun 2013 yaitu sejahtera bersama koperasi,'' papar Suayatno
Disadari, sambung Suayatno, selama ini pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah telah mempunyai keberanian, kekuatan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri (wiraswasta). Namun disisi lain, masih dinilai lemah dalam pengembangan usaha, kurang kreatif dan berinovasi untuk menciptakan peluang-peluang baru.
''Kondisi ini yang menyebabkan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah, sulit untuk bisa berkembang,'' kata Suayatno seraya berharap koperasi yang sedang berkembang harus gigih berjuang untuk membangkitkan ekonomi rakyat, agar lebih tegar dan berkembang sesuai dengan jatidirinya.
Usai membuka kegiatan bazar, Wabup dengan didampingi Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin, Kadiskop dan UMKM H Tuah Hasrun Saily serta sejumlah pejabat eselon II lainnya berkesempatan meninjau stand-stand dari delapan kecamatan.
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.