PEKANBARU [ArtikelKeren] NEWS - Titik api atau hotspot untuk wilayah Provinsi Riau kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan satelit Terra dan Aqua kembali mendeteksi kemunculan sebanyak 297 titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau, Selasa (27/8/2013).
Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Data Informasi BMKG Kota Pekanbaru, Selamet Riadi saat dijumpai Wartawan di ruang kerjanya. Menurut Selamet jumlah titik ini memang lebih meningkat dibandingkan hari senin, (26/8/2013) lalu dengan total 37 titik api untuk wilayah daratan Riau.
"Berdasarkan deteksi dari satelit Terra dan aqua dan hasil pukul 05.00 wib pagi tadi terditeksi sebanyak 297 titik api di Wilayah Riau dan untuk pulau Sumatra mencapai 407 titik api," jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Selamet jumlah titik api ini paling banyak ditemui di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 151 titik api, menyusul Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 54 titik, Indragiri Hilir 29 titik, Bengkalis 23 titik, Kampar 20 titik, Siak 6 titik, Rokan Hilir 2 titik, Rokan Hulu 2 titik dan untuk Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti serta Kota Pekanbaru tidak ada terditeksi titik api.
"Yang paling banyak terdetiksi titik api ada di Kabupaten Pelalawan dengan total 151 titik api. Dan saat ini karena arah angin kita dari arah tenggara sehingga dampaknya ke arah Pekanbaru dimana jarak pandang pukul 08.00 wib pagi tadi hanya sekitar 400 meter saja," katanya.
Hal tersebut juga menunjukan bahwa sejak dua hari terakhir ini memang tidak ada menunjukan adanya curah hujan yang terjadi. Diperkirakan untuk beberapa hari kedepan curah hujan juga akan sangat sedikit sekali kemungkinanya," tambahnya.
Namun demikian selama dua hari kedepan ini menurut analisis akan ada curah hujan yang terjadi namun diperkirakan curah hijan yang terjadi kemungkinan sedang.
"Untuk dua hari ini kemungkinan akan ada curah hujan. Namun demikian kemungkinan curah hujan ini mungkin akan terjadi cukup sedang," jelasnya.
Seperti diketahui akibat banyaknya titik api tersebut membuat kabut asap di Kota Pekanbaru kembali menebal. Bahkan akibat kabut asap tersebut membuat arus penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Senin pagi mengalami gangguan penerbangan. Baik itu pemberangkatan maupun kedatangan.
Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Data Informasi BMKG Kota Pekanbaru, Selamet Riadi saat dijumpai Wartawan di ruang kerjanya. Menurut Selamet jumlah titik ini memang lebih meningkat dibandingkan hari senin, (26/8/2013) lalu dengan total 37 titik api untuk wilayah daratan Riau.
"Berdasarkan deteksi dari satelit Terra dan aqua dan hasil pukul 05.00 wib pagi tadi terditeksi sebanyak 297 titik api di Wilayah Riau dan untuk pulau Sumatra mencapai 407 titik api," jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Selamet jumlah titik api ini paling banyak ditemui di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 151 titik api, menyusul Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 54 titik, Indragiri Hilir 29 titik, Bengkalis 23 titik, Kampar 20 titik, Siak 6 titik, Rokan Hilir 2 titik, Rokan Hulu 2 titik dan untuk Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti serta Kota Pekanbaru tidak ada terditeksi titik api.
"Yang paling banyak terdetiksi titik api ada di Kabupaten Pelalawan dengan total 151 titik api. Dan saat ini karena arah angin kita dari arah tenggara sehingga dampaknya ke arah Pekanbaru dimana jarak pandang pukul 08.00 wib pagi tadi hanya sekitar 400 meter saja," katanya.
Hal tersebut juga menunjukan bahwa sejak dua hari terakhir ini memang tidak ada menunjukan adanya curah hujan yang terjadi. Diperkirakan untuk beberapa hari kedepan curah hujan juga akan sangat sedikit sekali kemungkinanya," tambahnya.
Namun demikian selama dua hari kedepan ini menurut analisis akan ada curah hujan yang terjadi namun diperkirakan curah hijan yang terjadi kemungkinan sedang.
"Untuk dua hari ini kemungkinan akan ada curah hujan. Namun demikian kemungkinan curah hujan ini mungkin akan terjadi cukup sedang," jelasnya.
Seperti diketahui akibat banyaknya titik api tersebut membuat kabut asap di Kota Pekanbaru kembali menebal. Bahkan akibat kabut asap tersebut membuat arus penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Senin pagi mengalami gangguan penerbangan. Baik itu pemberangkatan maupun kedatangan.
Sumber : halloriau
















0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.