
"Ditemukan sekitar 7 ribu hektare lahan terbakar. Dan barak-barak perambah liar sudah kami bakar semua. Demikian pula peralatan seperi chainsaw dan gergaji sudah kami tahan dan musnahkan,’’ tegasnya.
Sementara disinggung mengenai kerugian materil yang sudah dialami Provinsi Riau, Danrem belum mengetahui pasti. Hanya saja mengenai rumah penduduk yang terbakar dia belum ada memonitor, tapi berjanji akan memantau.
Dilanjutkan Danrem, terkait penanganan di areal yang sulit, seperti Cagar Biosfer GSK BB memang penanganan darat sulit menembus lokasi kebakaran.
Bahkan tim darat yang sudah sampai lengkap dengan peralatan memadamkan api harus ditarik mundur karena tidak adanya air di lokasi.
"Wilayah Bukit Sembilan di sana memang susah air karena kering. Dan juga diketahui ada banyak pengungsi di Bukitbatu. Di mana ada lebih 100 orang baik dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan sudah diamankan,’’ lanjutnya.
Lebih lanjut, kata Danrem, personel di lapangan yang berkaitan dengan satgas pemadaman dalam operasi darat, kondisi mereka saat ini masih gigih berjuang memadamkan api. Dan hal tersebut bisa dicermati dari hasilnya dengan sudah mampu memadamkan api di titik-titik yang mampu dicapai.
Dengan kedatangan bantuan dari BNPB RI, melalui satu unit helikopter sikorsky dan pesawat cassa diharapkan dapat memperkuat tim di lapangan.
Sebab menggunakan sikorsky nantinya bisa membawa 4-5 ton air untuk bombing water di titik-titik yang tak mampu dicapai operasi darat.
Terkait operasi darat yang sudah dilakukan, ditambahkan Danrem untuk operasional menghabiskan anggaran tidak sedikit. Di mana perorangnya didukung biaya makan oleh pusat sebesar Rp45 ribu/hari (Rp15 ribu/makan) berikut dibekali uang saku Rp100 ribu/hari.
"Masih ratusan personel. Sama semua untuk yang beraktivitas di sana mendapatkan bantuan dari pusat,’’ lanjutnya.
Transportasi dan evakuasi perlengkapan, lanjutnya juga disiapkan pusat dan pihak Pemprov Riau. Hingga kemarin, dipaparkan Danrem, ada 34 titik areal diturunkannya tim operasi darat dengan 200-an personel yang ada.
Berdasarkan informasi tim yang turun api di sana sekarang semakin besar. Sebab bukan open area lagi, tapi sudah masuk perkebunan sawit yang lahannya rapi dan minim air pula.
"Pengungsi sudah diamankan dengan posko yang disiapkan Dandim Bengkalis. Kemarin sudah ditinjau dan kami minta seluruh masyarakat turut terlibat membantu,’’ katanya.
Kesadaran seluruh pihak, lanjut Danrem memang harus tercipta dengan kondisi sekarang. Di mana sambil menurunkan tim melalui upaya darat dan udara, setiap kepala desa hingga bupati harus mampu mengendalikan masyarakatnya.
Dengan demikian, harap Danrem bencana asap di Riau bisa ditanggulangi.
Ketua Satgas Udara yang juga Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andyawan mengakui kegiatan penyiraman melalui udara ini dilakukan Ahad (2/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
Dua helikopter sudah diterbangkan ke Kabupaten Siak, dengan titik penyiraman adalah Cagar Biosfer GSK BB. Akan tetapi pemadaman ini batal dilaksanakan.
Dilanjutkannya, meski pemadaman lewat udara gagal dilakukan, namun melalui darat terus dimaksimalkan.
Dan untuk satgas darat ini dipimpin langsung oleh Danrem Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto.
Dikatakan Danlanud, untuk pemadaman lewat udara kembali akan dilakukan Senin (3/3) hari ini dan juga menunggu pesawat Cassa dari BNPB yang menurut jadwalnya segera tiba di Pekanbaru. (ak27)
0 komentar :
Posting Komentar
Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.